Pada konvensi, Partai Demokrat juga harus menentukan siapa yang akan menjadi calon wakil presiden, di mana prosesnya bisa memicu gairah baru sekaligus perpecahan.
Dosen komunikasi politik Texas A&M University, Jennifer Mercieca, menuturkan melalui Skype, “Siapa pun yang paling vokal mengkritik pemilihan Harris mungkin akan menjadi faksi partai yang calonnya akan dipilih menjadi cawapres. Tapi, ya, ini semua masih spekulasi, kita masih belum tahu, kita belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.”
Yang jelas, banyak gejolak dalam tubuh Partai Demokrat menjelang pemilu November mendatang.
Sementara itu, Partai Republik menunjukkan persatuannya di balik calon presiden Donald Trump, yang menutup Konvensi Nasional Partai Republik pekan lalu.
“Kita akan dengan cepat membuat Amerika berjaya kembali,” ungkap Trump.
Presiden AS Joe Biden sedang menjalani isolasi COVID-19 di kediaman pribadinya di Delaware saat mengumumkan pengunduran dirinya. [Red]#VOA








