Apakah Kamala Harris Otomatis Jadi Calon Presiden Setelah Biden Mundur?
Sebanyak 58 persen pemilih Partai Demokrat menganggap Harris bisa menjadi presiden yang baik, menurut jajak pendapat terbaru dari AP-NORC. Namun, hanya 30 persen penduduk Amerika secara umum yang berpikiran sama.
Sebagai pasangan Biden pada pilpres mendatang, Harris dapat menggunakan dana kampanye mereka, yang menurut laporan terakhir pada bulan Juni sudah terkumpul hingga $91 juta (sekitar Rp1,4 triliun).
Pencalonan Harris, yang seorang perempuan kulit hitam, juga bisa mengamankan suara pemilih kulit hitam, yang merupakan blok dukungan yang penting bagi partainya.
Meski demikian, Partai Demokrat mungkin juga ingin menghindari kesan tidak demokratis dari penobatan Harris secara otomatis sebagai calon presiden, terutama jika ada sosok lain yang ingin maju.
Kandidat lain yang dimaksud di antaranya Gubernur California Gavin Newsom, Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, dan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer.
Elaine Kamarck dari The Brookings Institution adalah penulis buku yang menjelaskan bagaimana Amerika mengajukan calon presiden.
Melalui Skype, ia mengatakan, “Partai akan berkeinginan untuk mengadakan suatu proses sebelum konvensi, dan, pada konvensi itu, proses tersebut memungkinkan siapa saja yang memasuki bursa capres untuk membujuk para delegasi. Prosesnya bisa segala rupa. Bisa berupa pertemuan regional, bisa berupa debat.”








