Apa Peran Gibran Jika Terpilih Jadi Wapres?

  • Whatsapp
Calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo saat kampanye di Sumedang, Jawa Barat, 9 Februari 2024. (Foto: Antara/Raisan Al Farisi/via REUTERS)

Meskipun banyak pihak yang mengharapkan kelanjutan program-program Jokowi di pemerintahan Prabowo, para analis mengatakan salah satu fokusnya adalah bagaimana Jokowi dapat menggunakan pengaruhnya melalui putranya.

Sebelum Gibran terpilih menjadi Wali Kota Solo pada 2020, posisi yang juga pernah dijabat oleh ayahnya, ia menjalankan bisnis katering dan restoran dan bahkan disebut enggan berdekatan dengan politik.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Jokowi berkali-kali membantah dirinya terlibat dalam keputusan Gibran mencalonkan diri sebagai wali kota dan kemudian wakil presiden. Dia bahkan sempat mengatakan ingin melihat putranya mengambil alih bisnis furnitur keluarga.

Sebelum pencalonan Gibran diselesaikan, Mahkamah Konstitusi – yang saat itu dipimpin oleh pamannya – mengubah aturan batas usia yang memungkinkan orang di bawah 40 tahun mencalonkan diri sebagai presiden, atau wakil presiden, jika mereka memiliki pengalaman sebagai pemimpin daerah.

Banyak masyarakat yang terkejut dan kecewa dengan keputusan tersebut. Dengan naiknya Jokowi ke tampuk kekuasaan hanya 15 tahun setelah jatuhnya mantan Presiden Soeharto, banyak yang khawatir keputusan tersebut menandakan kebangkitan politik patronase dan kronisme, kata mereka.

Salah satu kritikus humor di media sosial memposting gambar sebungkus mie instan bergambar wajah Gibran pada kemasannya yang bertuliskan “Calon Wakil Presiden Instan” dan diberi komentar “RIP DEMOKRASI”.

Calon wakil presiden yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka, tengah, berbincang dengan pendukungnya usai mencoblos di TPS Solo, 14 Februari 2024. (Foto: AP)
Calon wakil presiden yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka, tengah, berbincang dengan pendukungnya usai mencoblos di TPS Solo, 14 Februari 2024. (Foto: AP)

Mengenyam pendidikan di Singapura dan Australia, sikap Gibran digambarkan oleh sebagian orang sebagai sikap yang tidak menyenangkan, dan kontras dengan sikap ayahnya yang rendah hati ala orang Jawa.

Menanggapi kritik bahwa ia meniru ayahnya, Gibran mengatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dan rakyat bebas memilih pemimpinnya.

Namun pada Oktober tahun lalu, ia dikabarkan menyuruh sekelompok ibu-ibu di Solo yang melakukan protes terhadap politik dinasti untuk “pulang dan memasak untuk anak-anaknya”.

Meskipun begitu, warga ternyata memilih memberikan kesempatan kepada Gibran, yang mungkin malah membantu menarik dukungan dari generasi muda ketika berpasangan dengan Prabowo yang berusia 72 tahun.

“Quick count tinggi karena pemilihnya berusia muda,” kata Gibran, Rabu (14/2). “Kami ingin melibatkan lebih banyak anak muda di masa depan.” [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *