Terbukanya jalan bagi Gibran menjadi wakil presiden juga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa siap dia melangkah ke panggung nasional, meski jabatan wakil presiden adalah posisi yang kekuasaan dan pengaruhnya terbatas.
Namun Gibran menyatakan keyakinannya bahwa dia siap untuk berperan secara nasional dalam pidatonya pada Rabu malam setelah Prabowo mendeklarasikan kemenangan.
“Tiga bulan yang lalu saya itu bukan siapa-siapa, bapak/ibu sekalian. Saya masih dikatain planga-plongo, dikatain Samsul, dikatain takut debat,” ujar Gibran kepada pendukungnya. “Tapi satu hal yang pasti, berkat dukungan doa bapak/ibu semua, saya dan Pak Prabowo sekarang sudah ada di sini.”
Wakil presiden di masa lalu biasanya cenderung memainkan peran yang remeh, kecuali diberi mandat khusus oleh presiden.
Namun manuver yang dilakukan untuk mengangkat Gibran sebagai orang kedua dalam posisi puncak telah memicu spekulasi bahwa kantor wakil presiden mungkin diberikan kekuasaan tambahan.
Peran Wapres
Pembahasan mengenai draf undang-undang terkait pembentukan wilayah khusus baru Jakarta yang masih berlangsung, mencakup saran untuk pembentukan dewan Jakarta Raya yang lebih besar, dipimpin oleh wakil presiden. Jakarta sendiri akan mengalami perubahan status seiring dengan rencana ibu kota baru.
“Hal ini menunjukkan bahwa ide seperti ini yang dilakukan oleh beberapa orang di balik layar,” kata analis politik, Kevin O’Rourke.









