Analis: Latihan Militer Bersama Rusia Tunjukkan Perubahan Kebijakan Luar Negeri Indonesia

  • Whatsapp
Presiden Rusia Vladimir Putin, kiri, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kremlin di Moskow, Rusia, 31 Juli 2024. (Foto: Grigory Sysoyev, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta dan Moskow memiliki tujuan maritim yang berbeda: Indonesia berfokus pada menghadapi ancaman penyelundupan dan pembajakan, sedangkan Rusia berusaha mencari sekutu.

Pieter menyatakan bahwa ia memperkirakan latihan tersebut tidak akan secanggih latihan tahunan Super Garuda Shield yang digelar Indonesia dan Amerika Serikat, serta negara sekutu lainnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Saya pikir ini adalah fase perkenalan bagi hubungan militer antara keduanya, terutama di sisi angkatan laut,” katanya.

Upacara pembukaan latihan militer gabungan Super Garuda Shield di Sidoarjo, Jawa Timur, 26 Agustus 2024. (Foto: JUNI KRISWANTO/AFP)
Upacara pembukaan latihan militer gabungan Super Garuda Shield di Sidoarjo, Jawa Timur, 26 Agustus 2024. (Foto: JUNI KRISWANTO/AFP)

Namun, ia memperkirakan bahwa latihan tersebut mungkin tetap akan menimbulkan kecurigaan di Washington, yang selama ini berupaya mengisolasi Rusia secara diplomatis.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menolak berkomentar mengenai latihan tersebut.

Pieter berpendapat bahwa bagi Prabowo, latihan tersebut memberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan mengenai kebijakan barunya di awal masa kepresidenannya.

“Secara historis, Amerika Serikat telah menjadi mitra pilihan untuk latihan militer. Namun… Indonesia telah mencoba untuk mendiversifikasi mitranya,” katanya.

“Dan saya percaya ada tren yang lebih besar secara keseluruhan,” imbuhnya. [Red]#VOA