Analis: Latihan Militer Bersama Rusia Tunjukkan Perubahan Kebijakan Luar Negeri Indonesia

  • Whatsapp
Presiden Rusia Vladimir Putin, kiri, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kremlin di Moskow, Rusia, 31 Juli 2024. (Foto: Grigory Sysoyev, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

“Mereka menegaskan kembali bahwa kami tidak akan mengasingkan satu atau dua negara di arena geopolitik,” kata Anton Aliabbas, profesor di Sekolah Pascasarjana Diplomasi Paramadina.

Sahabat Karib

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selama kunjungannya ke Kremlin, Prabowo mengatakan ingin mempererat hubungan dengan Rusia.

“Kami menganggap Rusia sebagai sahabat karib dan saya ingin terus menjaga dan meningkatkan hubungan ini,” kata Prabowo kepada Putin.

Sebelum dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober, Prabowo juga menegaskan keinginannya untuk membangun “jaringan persahabatan yang kuat”.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ia melakukan lawatan ke sejumlah negara, termasuk China dan Australia, di mana ia berhasil menjalin kesepakatan keamanan. Sejak itu, Jakarta juga mulai memproses upaya untuk bergabung dengan kelompok ekonomi berkembang BRICS.

Prabowo sudah menghadapi ujian di laut, saat Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengusir kapal Garda Pantai China sebanyak tiga kali karena memasuki Laut Natuna Utara pada bulan lalu.

Bagi pemerintah, kesempatan untuk menjadi tuan rumah latihan gabungan dengan salah satu angkatan laut tercanggih di dunia kini semakin terbuka lebar.

Menurut pengamat hubungan internasional, Curie Maharani Savitri, hal ini akan berpotensi “meningkatkan kapasitas” dan memberi kesempatan bagi Jakarta untuk “bertukar ide” dalam pemeliharaan peralatan Rusia yang sudah dimilikinya.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki berbagai alutsista, termasuk tank amfibi, helikopter, rudal, dan jet tempur buatan Rusia.

Fase Perkenalan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *