Amerika Prioritaskan Deportasi Migran Tanpa Dokumen yang Ancam Keamanan

  • Whatsapp
Para migran Guatemala duduk di bus setelah tiba dengan penerbangan deportasi dari AS di Pangkalan Angkatan Udara La Aurora di Guatemala City, Guatemala, 24 Januari 2025.

Pada Selasa pekan lalu (21/1), pemerintah AS mencabut pembatasan agen urusan Imigrasi dan Cukai (Immigration and Customs Enforcement – ICE) serta Penjaga Cukai dan Perbatasan (Customs and Border Protection – CBP) untuk melakukan penegakan imigrasi di tempat-tempat sensitif seperti gereja, sekolah, dan rumah sakit.

Homan mengatakan, penangkapan semacam itu akan dilakukan berdasarkan pertimbangan kasus per kasus.

“Petugas ICE harus memiliki diskresi untuk memutuskan jika ada ancaman keamanan nasional atau keselamatan publik di salah satu fasilitas ini, lalu mereka harus memiliki opsi untuk melakukan penangkapan,” tegas Homan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Peringatan dan pendekatan imigrasi yang dilakukan pemerintahan Trump mendapat kritik dari Senator Demokrat Elissa Slotkin.

“Saya rasa itu lebih merupakan sinyal untuk mencegah orang datang ke perbatasan dan mencoba masuk. Dan ini bagian dari masa transisi yang sebenarnya belum sepenuhnya mereka lalui, antara berkampanye dan memerintah,” sebut Slotkin, yang juga tampil dalam acara yang sama di ABC, Minggu (26/1).

Militer Amerika Serikat telah ditugaskan oleh Presiden Donald Trump untuk membantu keamanan perbatasan. Pesawat militer sudah digunakan untuk melakukan deportasi, tetapi Senator Slotkin menyebut bahwa peran militer harus tetap sejalan dengan Konstitusi AS.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *