Meski tidak sesuai dengan pengajuan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro memastikan kebutuhan tetap tercukupi. Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebut ada tambahan pupuk urea lebih dari 1.000 ton.
“Tahun 2026 kita malah ditambah urea saja lebih dari 1.000 ton,” ungkapnya.
Dengan adanya penyesuaian alokasi ini, petani berharap distribusi pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran dan pemerintah daerah mampu menyediakan alternatif bantuan. Sementara itu, dorongan untuk memperkuat produksi pupuk organik mandiri di tingkat petani dinilai menjadi langkah strategis jangka panjang. [J2]








