Aktivis Lingkungan Dorong Pemerintah Batalkan Proyek Tanggul Laut Raksasa

  • Whatsapp
Orang-orang berjalan di dekat tanggul laut raksasa yang digunakan sebagai pembatas untuk mencegah air laut mengalir ke daratan dan menyebabkan banjir di Jakarta, 27 Juli 2019. (Achmad Ibrahim/AP)

Aktivis Lingkungan: Pembangunan Tanggul Laut Raksasa, Solusi yang tidak Solutif

Manajer Kampanye Tata Ruang dan Infrastruktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Dwi Sawung tidak yakin pembangunan tanggul laut raksasa ini merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi permasalahan yang ada; bahkan dinilai berpotensi menimbulkan masalah baru.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Misalnya masalah pencemaran sungai di Jakarta. Kalau dibangun GSW, maka pecemarannya akan terkonsentrasi di dalam pulau, jadi akan menambah permasalahan baru. Lalu hitungan ekologisnya terhadap habitat ataupun satwa. Kemudian (potensi) pola arus laut yang pasti akan berubah,” ungkap Sawung kepada VOA.

Sawung mencontohkan proyek reklamasi di pantai utara Jakarta yang diklaim oleh pemerintah daerah setempat sebagai solusi atas potensi tenggelamnya Jakarta, yang ternyata tidak terbukti. Solusi itu malah berdampak pada tenggelamnya beberapa wilayah pesisir di sekitarnya.

“Harusnya yang diselesaikan itu, penurunan muka tanahnya. Misalnya mengurangi penyedotan air tanah, mengurangi pembangunan bangunan yang sangat masif yang membuat daratan makin turun. Tapi itu tidak dilakukan selama ini,” jelasnya.

Hal senada disampaikan juru kampanye Urban Justice Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, yang mendorong pemerintah untuk membatalkan atau tidak meneruskan mega proyek itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *