Aksi Sosial di Lampu Merah Blandong: Ketika Anak Punk dan Tukang Ojek Dirangkul Hangat

  • Whatsapp

PEMALANG | DN – Suasana di kawasan perempatan Lampu Merah Blandong, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang tampak berbeda pada Jumat (17/7/2026) siang. Mengusung tajuk “Jumat Berbagi”, sebuah aksi sosial digelar dengan menyasar masyarakat jalanan, mulai dari para tukang ojek pangkalan hingga komunitas anak punk.

Agenda kemanusiaan yang dimulai sejak pukul 10.30 WIB ini diinisiasi oleh Slamet Sumari, dengan menggandeng Camat Comal, Koramil/04 Comal, Media Lambeumpres, serta para donatur lokal. Ratusan paket nasi kotak dan air mineral ludes dibagikan kepada mereka yang sehari-hari mencari nafkah di bawah terik matahari.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., yang turun langsung ke lapangan menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan gratis. Pihak pemerintah kecamatan berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih berkelanjutan bagi generasi muda jalanan.

“Hari ini kita berbagi nasi, tetapi ke depan kita tidak berhenti di sini. Kami dari Kecamatan Comal berkomitmen akan memberikan pembinaan dan membantu adik-adik anak punk agar bisa bekerja sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki,” ujar Muchammad Maksum di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, program lanjutan ini bertujuan agar kelompok marginal tersebut dapat hidup lebih mandiri dan produktif. “Kami ingin mereka bisa diterima dengan baik di tengah-tengah masyarakat. Tidak ada warga Comal yang kita anak tirikan,” imbuhnya tegas.

Langkah ini pun memicu haru sekaligus apresiasi dari para penerima manfaat. Jabad, salah satu anggota komunitas anak punk di Blandong, mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas perlakuan humanis yang mereka terima.

“Biasanya kami diusir-usir, hari ini malah diberi makan dan diajak mengobrol. Matur suwun mas, mbak. Mugi-mugi barokah (Terima kasih mas, mbak. Semoga berkah),” ungkap Jabad.

Rasa syukur serupa juga mengalir dari Bejo dan Cipto, tukang ojek yang biasa mangkal di perempatan tersebut. “Matur nuwun sanget Pak Camat. Ini rezeki buat saya, dari pagi belum sempat makan,” kata Cipto tersenyum.

Inisiator kegiatan, Slamet Sumari, menjelaskan bahwa esensi utama dari gerakan ini adalah mengetuk pintu langit sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga tanpa memandang status sosial.

“Niat kami sederhana, mencari rida Allah di hari Jumat yang mulia. Bagi kami, pahala tidak memandang siapa yang diberi. Anak punk, tukang ojek, pemulung, semuanya adalah saudara kita,” tutur Slamet.

Gerakan “Jumat Berbagi” ini direncanakan akan terus bergulir secara rutin setiap pekan dengan menyisir titik-titik lokasi lain di wilayah Comal. Pihak penyelenggara juga membuka pintu donasi bagi masyarakat luas yang ingin ikut berkontribusi.

Sedekah sekecil apa pun, di tempat dan kepada siapa pun, insyaAllah sampai. Mugi-mugi saget dados berkah kagem Comal (Semoga bisa jadi berkah untuk Comal),” pungkas Slamet. [SIS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *