Senada dengan itu, Yuk Bila menambahkan bahwa gelar yang mereka raih adalah awal dari perjalanan panjang. “Kami ingin mengajak lebih banyak anak muda untuk peduli terhadap budaya dan pariwisata daerah. Ini bukan hanya tugas kami sebagai Guk dan Yuk, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai warga Sidoarjo,” ujarnya.
Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar pemilihan duta wisata, tetapi juga bagian dari kebijakan Outdoor Learning (ODL). Konsep ini mendorong pemanfaatan tempat wisata sebagai sarana pembelajaran luar ruangan bagi pelajar dan masyarakat.
“Selaras dengan kebijakan ODL, saya berharap peserta Guk Yuk yang berasal dari kalangan muda ini dapat mendukung program ini dengan memberikan contoh atau promosi wisata kepada teman di lingkungannya,” ujar Subandi.
Bupati yang baru terpilih untuk periode 2025–2030 ini juga berharap para finalis dapat menjadi agen perubahan. “Kalian adalah representasi dari kepemudaan Sidoarjo. Maka, harus siap bergerak maju, turun ke masyarakat, dan memperkenalkan potensi daerah, baik dari segi wisata, seni budaya, maupun ekonomi kreatif,” tambahnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Yudhi Irianto, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini sangat kompetitif. Sebanyak 40 pasang peserta dari 30 desa dan 16 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo berkompetisi dalam empat tahapan seleksi.








