PEMALANG | DN — Dampak kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Pemalang secara nyata. Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang mengumumkan penyesuaian besar-besaran pada jadwal distribusi air bersih menyusutnya debit di lima sumber mata air utama yang menjadi penopang utama wilayah perkotaan, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan evaluasi teknik periode Juli hingga September 2026, kapasitas produksi air bersih mengalami penurunan drastis. Jika dalam kondisi normal volume produksi mampu mencapai 120 liter per detik, kini angka tersebut merosot tajam menjadi sekitar 80 liter per detik. Artinya, terjadi defisit pasokan hingga 40 liter per detik yang otomatis memangkas volume distribusi ke ribuan pelanggan rumah tangga.
Penurunan merata ini terpantau di lima sumber mata air andalan Kabupaten Pemalang, yakni:








