NGAWI | DN – Sebanyak 256 prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0805/Ngawi menggembleng fisik dan ketangkasan melalui Uji Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM). Kegiatan pembinaan satuan ini dipusatkan di Gedung Eka Kapti, Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 05, Kabupaten Ngawi, Jumat (21/8/2026).
Ujian berkala ini digelar untuk mengukur sejauh mana penguasaan teknik bela diri insting serta ketangkasan taktis prajurit dalam mengantisipasi potensi ancaman di wilayah tugas. Proses penilaian dipimpin langsung oleh Kapten Hanif dari Jasmani Kodam (Jasdam) V/Brawijaya, yang menguji secara bertahap materi ketahanan fisik, jurus dasar, hingga simulasi pertarungan jarak dekat.
Dandim 0805/Ngawi menegaskan bahwa penguasaan Pencak Silat Militer merupakan instrumen wajib bagi setiap prajurit teritorial. Menurutnya, kemampuan bela diri tidak hanya mengasah ketajaman fisik, tetapi juga membangun benteng mental dan keberanian di lapangan.
“UKT PSM ini bukan sekadar ajang mengejar kenaikan tingkat sabuk atau status, melainkan wadah evaluasi menyeluruh. Kami ingin memastikan setiap prajurit Kodim 0805/Ngawi memiliki kesiapsiagaan penuh, tangguh, dan senantiasa profesional dalam menjalankan tugas kewilayahan,” ujar Dandim di sela kegiatan.
Pelaksanaan ujian yang berlangsung tertib dan penuh disiplin ini turut mendapat apresiasi dari warga sekitar yang melintas di kawasan Gedung Eka Kapti.
Sutarman (48), salah seorang tokoh masyarakat setempat, menilai keahlian bela diri prajurit memberi rasa aman lebih bagi warga Ngawi. “Melihat bapak-bapak TNI rajin berlatih fisik dan bela diri seperti ini membuat kami warga merasa makin tenang. Prajurit yang cekatan dan siap siaga tentu jadi pengayom yang tangguh di tengah masyarakat,” tuturnya.
Melalui agenda pengembanan kemampuan ini, Kodim 0805/Ngawi berkomitmen terus melahirkan personel yang siap menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. [Don]








