MALANG | DN — Liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah membawa dampak positif bagi pedagang kecil di pasar tradisional. Pasokan bahan pangan yang sebelumnya terserap ke dapur umum kini kembali ke jalur pasar bebas, sehingga harga sejumlah komoditas sayuran dan buah berangsur stabil.
Pasar Dewi Sri di Jalan Abd Manan Wijaya, Desa Lebaksarai, Kecamatan Pujon, menjadi salah satu lokasi yang merasakan langsung perubahan tersebut. Tim Jurnalis Destara Group menemui Ibu Ten, pemilik Kios “Empat-Empat”, yang menjelaskan bahwa harga sayuran kembali normal sejak aktivitas SPPG diliburkan.
Menurut Ibu Ten, sebelum masa libur sekolah, permintaan dari SPPG membuat beberapa komoditas mengalami lonjakan signifikan. “Saat libur sekolah ini, harga lebih stabil dan daya beli masyarakat juga kembali membaik, tidak seperti saat anak-anak masuk sekolah,” ujarnya singkat.
Kondisi serupa dirasakan konsumen. Ibu Tuti, pembeli asal Lamongan, tampak memborong sayuran dan buah. Ia mengaku lega karena harga kembali terjangkau. “Ini untuk perbaikan gizi keluarga saya. Selama MBG beroperasi, harga sayuran berat untuk mencukupi gizi keluarga. Tadi mampir tanya harga, eh sudah kembali seperti semula, jadi saya borong,” tuturnya.
Fenomena ini menjadi catatan penting bagi para pemangku kebijakan. Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program gizi nasional tidak memicu gejolak harga, kelangkaan komoditas tertentu, atau tekanan pada pedagang dan pemasok lokal. Skema penyerapan bahan pangan yang lebih terukur dinilai dapat menjaga kelancaran program sekaligus kestabilan pasar.
Para pedagang berharap kebijakan ke depan mampu menyeimbangkan pemenuhan gizi masyarakat dengan keberlangsungan usaha UMKM serta stabilitas harga pangan di tingkat konsumen, khususnya di pasar tradisional. [CAS]







