NGAWI | DN – Pemerintah Desa Ngrambe, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi mulai merealisasikan pembangunan jembatan beton di atas Sungai Bantar setelah jembatan lama ambrol diterjang banjir pada akhir 2025. Proyek yang didanai Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026 tersebut kini menjadi sorotan publik, terutama terkait aspek urgensi, transparansi anggaran, dan ketahanan konstruksi.
Berdasarkan penelusuran MDN di lapangan, jembatan yang berada di Dusun Pule RT 004 RW 001 itu merupakan akses vital bagi warga. Selain sebagai jalur utama aktivitas ekonomi, jembatan tersebut selama ini digunakan para pelajar untuk menuju SMP Negeri 3 Ngrambe.
Jembatan sebelumnya dilaporkan rusak parah dan akhirnya terputus total akibat banjir besar yang terjadi sejak pertengahan Desember 2025. Kondisi tersebut memaksa warga memutar jalur lebih jauh dan berisiko, terutama saat musim hujan.
Kepala Desa Ngrambe, Edy Santoso, membenarkan bahwa pembangunan jembatan baru menggunakan Dana Desa 2026 dengan nilai anggaran Rp123.728.000. Ia menyebut spesifikasi bangunan berupa jembatan cor beton dengan panjang 7 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 25 sentimeter.
“Karena anggaran sudah turun, pembangunan langsung kami percepat agar akses warga kembali normal,” ujar Edy kepada MDN.
Namun demikian, sejumlah warga berharap pembangunan tersebut tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi. Mengingat jembatan lama ambrol akibat banjir, masyarakat meminta agar proyek baru benar-benar memperhitungkan aspek daya tahan terhadap bencana hidrometeorologi.
Dari hasil pengamatan MDN, papan informasi proyek telah terpasang, namun belum seluruh detail teknis dan mekanisme pengawasan dipahami warga. Transparansi penggunaan Dana Desa pun menjadi perhatian, mengingat proyek infrastruktur kerap menjadi titik rawan persoalan di tingkat desa.
Selain proyek jembatan Sungai Bantar, Pemdes Ngrambe juga tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur lain berupa jembatan “Merah Putih” yang melibatkan personel TNI dari Kodim 0805 Ngawi.
Menurut Edy, keterlibatan TNI diharapkan dapat memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar dan tepat waktu. Ia juga mengimbau masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat ikut mengawasi dan merawat. Infrastruktur ini dibangun dari uang rakyat, jadi harus dijaga bersama,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembangunan jembatan Sungai Bantar masih berlangsung. MDN akan terus memantau progres proyek tersebut, termasuk memastikan kesesuaian antara anggaran, spesifikasi teknis, dan hasil pekerjaan di lapangan. [Don]








