NGAWI | DN — Pemerintah Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, mengambil langkah percepatan pembangunan infrastruktur dengan menggunakan dana talangan untuk proyek jembatan, meski Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 belum cair.
Kepala Desa Brubuh, Muhtarom, mengatakan kebijakan tersebut diambil demi memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya dalam mendukung akses menuju lahan pertanian.
“Pembangunan tetap kami jalankan karena menyangkut kepentingan warga. Meski anggaran belum turun, kami gunakan dana talangan agar pekerjaan tidak tertunda,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).
Saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 80 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir. Infrastruktur tersebut diharapkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar mobilitas, terutama bagi para petani.
Muhtarom menjelaskan, keberadaan jembatan memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas pertanian warga. Selain mempermudah akses, pembangunan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di tingkat desa.
Adapun total anggaran pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp19,5 juta yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Setelah pencairan anggaran dilakukan, dana talangan yang telah digunakan akan dikembalikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Langkah yang diambil Pemdes Brubuh tersebut menjadi bentuk respons cepat terhadap kebutuhan infrastruktur dasar, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam mengutamakan kepentingan masyarakat. [Don]








