Tiga Bocah Tumbang DBD, Aksi Cepat DPRD dan Tim Kesehatan Geruduk Desa Pucung

  • Whatsapp

GRESIK | DN – Penanganan cepat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Menyusul laporan warga, unsur legislatif, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi terdampak pada Sabtu (2/5/2026) sore.

Kegiatan tersebut dipimpin anggota DPRD Kabupaten Gresik, Sudadi SE, yang merupakan putra daerah setempat. Ia hadir bersama Sekretaris Desa, Kepala Dusun Pucung, Ketua RT 03 RW 01, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), bidan desa, serta tim medis dari Puskesmas Balongpanggang.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Fokus peninjauan berada di wilayah RT 03 RW 01, yang dalam beberapa hari terakhir mencatat tiga anak terkonfirmasi positif DBD. Rombongan mendatangi langsung rumah warga terdampak untuk memantau kondisi pasien sekaligus mengidentifikasi faktor lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Sudadi menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian bersama dan perlu ditangani secara serius. Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama.

“Kasus ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Lingkungan yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. Upaya pencegahan harus dilakukan secara kolektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal langkah-langkah penanganan, termasuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat dan kebutuhan anggaran yang diperlukan.

Di sisi lain, Ketua RT 03 RW 01, Juadi Abidin, mengapresiasi respons cepat yang diberikan. Menurutnya, kehadiran langsung para pemangku kepentingan memberikan harapan bagi warga.

“Kami merasa didengar. Warga berharap penanganan lanjutan seperti fogging, pemberian larvasida, serta edukasi pencegahan bisa segera dilakukan,” katanya.

Sementara itu, tim kesehatan menyatakan telah melakukan asesmen awal di lapangan. Selain penanganan medis bagi pasien, langkah preventif akan segera digencarkan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Kolaborasi antara DPRD, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menekan angka kasus DBD di Desa Pucung serta mencegah potensi kejadian serupa di wilayah sekitar. [AT]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *