TAKALAR | DN – Di sebuah dusun kecil bernama Karepattoddo, Kecamatan Polombangkeng Timur, Kabupaten Takalar, hamparan hijau tanaman pisang berjejer rapi di kaki pegunungan. Kebun itu milik Syahrir, seorang petani sederhana yang akrab disapa Daeng Jalling.
Bagi Syahrir, menanam pisang bukan sekadar pilihan ekonomi, melainkan jalan hidup. “Insya Allah lebih menjanjikan, karena sekali tanam bisa panen berkali-kali. Perawatannya pun tidak terlalu rumit,” ujarnya sambil menatap deretan pohon pisang yang tumbuh subur.








