DN – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masyarakat Kelurahan Pekauman, Gresik, tetap setia menjaga tradisi yang sarat makna: Kupatan. Tahun ini, tradisi tersebut jatuh pada 8 Syawal 1447 H, bertepatan dengan Sabtu, 28 Maret 2026. Lebih dari sekadar perayaan, Kupatan adalah refleksi spiritual dan budaya yang mengakar kuat dalam kehidupan warga.
Dalam budaya Jawa, ketupat bukan sekadar makanan. Ia adalah simbol. Kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Tradisi ini menjadi momen saling memaafkan setelah menjalani puasa Ramadan dan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.








