SIDOARJO | DN – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026 kembali diwarnai dengan tradisi budaya khas masyarakat Sedengan Mijen, Kecamatan Krian. Menjelang bulan suci Ramadhan, warga desa menggelar ruwat desa atau sedekah bumi dengan menghadirkan tumpeng tempe raksasa setinggi 13–14 meter di Lapangan Desa Sedengan Mijen.
Tumpeng tempe yang menjadi ikon acara tersebut dibuat dari sekitar tiga kuintal kedelai. Proses penyusunan dilakukan secara gotong royong oleh warga, menegaskan identitas Sedengan Mijen sebagai sentra penghasil tempe. Setelah prosesi doa bersama, ribuan warga yang hadir langsung berebut potongan tempe, yang diyakini membawa berkah bagi penerimanya.








