Penangguhan Pengiriman Paket dari China Picu Keresahan, Layanan Pos AS Kembali Ubah Kebijakan

  • Whatsapp
Pegawai Layanan Pos AS (USPS) berjalan di tengah kumpulan paket yang masuk ke area Pusat Pemrosesan dan distribusi Los Angeles, pada 30 November 2022. (Foto: AFP/Frederic J. Brown)

DN – Layanan Pos Amerika Serikat (USPS) pada Selasa (4/2) mengumumkan menangguhkan penerimaan paket-paket yang masuk dari China dan Hong Kong, namun sehari kemudian mengubah keputusan itu.

Layanan pos “akan terus menerima semua surat dan paket masuk internasional dari China dan Hong Kong,” demikian pemberitahuan di situs web USPS. “USPS dan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan bekerja sama untuk menerapkan mekanisme pengumpulan(dan distribusi) yang efisien untuk tarif China yang baru untuk memastikan [hanya] gangguan terkecil [yang timbul] pada pengiriman paket.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Perubahan kebijakan layanan pos itu adalah bagian dari tindakan tarif pemerintahan Trump baru-baru ini terhadap China.

Mark Kennedy, direktur Wahba Institute for Strategic Competition di Wilson Center, mengatakan penangguhan pengiriman menimbulkan kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini bukan tugas yang mudah dan ini akan menjadi tantangan besar bagi mereka untuk beradaptasi dengan perubahan ini,” katanya.

Kennedy memperkirakan akan terjadi penundaan dalam pemrosesan semua paket tambahan yang memerlukan pengawasan.

“Mereka pada akhirnya perlu memungut tarif baik dari pengecer yang mengirimkannya atau orang yang menerima paketnya,” katanya kepada VOA.

Seorang pemilik perusahaan angkutan truk Kanada mengatakan kepada majalah Wired, banyak truk ditolak di perbatasan AS-Kanada di Montana pada hari Selasa.

“Banyak petugas yang memeriksa truk dan menanyai pengemudi, seperti, ‘Apakah Anda yakin tidak ada barang buatan China? Ini adalah kesempatan terakhir Anda.’ Mereka sebenarnya memeriksa truk-truk dan secara acak memeriksa paket-paket tersebut,” kata pemilik perusahaan angkutan truk, yang hanya meminta untuk disebutkan identitasnya sebagai Daniel, kepada majalah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *