Warisan Mantan Presiden Jimmy Carter Dievaluasi Kembali Saat Usianya Genap 100 Tahun

  • Whatsapp
FILE - Presiden Mesir Anwar al-Sadat dan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter tertawa selama pidato Perdana Menteri Israel Menachem Begin, sebelum menandatangani Perjanjian Damai Israel-Mesir di Gedung Putih, 26 Maret 1979.

Para anggota Kabinet Carter, termasuk mantan Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa Andrew Young, bersyukur bahwa umurnya yang panjang memungkinkannya untuk menyaksikan lensa sejarah yang lebih panjang dan merefleksikan secara lebih positif atas warisannya.

Pada tahun 1981, presiden Jimmy Carter kembali ke Plains, Georgia, setelah ia dikalahkan secara telak dalam pemilihan umum melawan Ronald Reagan dari Partai Republik.Hujan deras yang mengguyur pada resepsi penyambutan kepulangan Carter mencerminkan suasana hatinya yang suram dan suasana hati Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Saat menjabat, dia adalah seorang yang gagal secara politik. Dia kalah telak dari Ronald Reagan. Namun, dia sukses secara substantif dan visioner,” kata penulis dan sejarawan Jonathan Alter, yang mengakui bahwa banyak orang mengenal Carter saat ini dengan pekerjaan kemanusiaan bersama Carter Center-nya. Ia ‘mengobarkan perdamaian, memerangi penyakit, dan membangun harapan’ di seluruh dunia, yang membuat Jimmy Carter menerima Nobel Perdamaian tahun 2002.

“Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mengawasi pemilihan umum di lebih dari 100 negara. Namun, mantan presiden tidak memiliki kekuasaan sebesar presiden, bahkan hampir tidak ada, dan daftar prestasinya sebagai presiden yang diabaikan, dikecilkan, atau dilupakan sama sekali sangat panjang,” ujar Alter.

FILE - Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter, tiba di rumah sakit Angkatan Udara Amerika Serikat di Wiesbaden, untuk menyambut sandera yang dibebaskan oleh Iran setelah 445 hari ditawan, 21 Januari 1981.
FILE – Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter, tiba di rumah sakit Angkatan Udara Amerika Serikat di Wiesbaden, untuk menyambut sandera yang dibebaskan oleh Iran setelah 445 hari ditawan, 21 Januari 1981.

Krisis penyanderaan Iran, meningkatnya inflasi dan embargo minyak pada tahun 1970-an menghancurkan masa jabatan Carter di Gedung Putih, dan membayangi peninggalannya.

Namun, pada ulang tahun ke-100 mantan petani kacang tanah, gubernur Georgia, presiden, dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian ini, para penulis dan sejarawan mengevaluasi kembali kegagalan dan pencapaiannya sebagai presiden Amerika Serikat selama satu periode.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *