Penyakit Kulit Menimpa Anak-anak Gaza Seiring Perang yang Berlanjut Tanpa Akhir

  • Whatsapp
Sham al-Hessi, bocah penderita penyakit kulit, tidur di tenda darurat di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Senin, 29 Juli 2024. (Abdel Kareem Hana/AP)

Kudis dan ruam kulit telah menyebar di antara ribuan anak-anak Palestina yang terpaksa mengungsi di Jalur Gaza, di mana lebih dari satu setengah juta orang menderita kondisi hidup yang sangat buruk.

| DN – Seperti ribuan anak-anak Gaza, Yasmine al-Shanbari (tiga tahun), tidak hanya menderita akibat pergolakan perang di sekitar mereka. Dia menderita penyakit kulit yang mungkin tidak akan segera bisa disembuhkan mengingat obat-obatan yang langka dan sedikit rumah sakit yang berfungsi di daerah kantong yang dikepung Israel itu.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Perang selama 10 bulan antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas telah menyebabkan Jalur Gaza tidak memiliki air bersih, kekurangan bantuan dan obat-obatan serta tumpukan sampah di mana-mana, sehingga menimbulkan penyakit kulit dan penderitaan lainnya.

Bercak merah dan gatal menyebar di seluruh wajah Yasmine. Ayahnya merasa tidak berdaya saat dia duduk di pangkuannya di sebuah sekolah yang penuh sesak dan terbakar di mana mereka berlindung, di kamp pengungsi kota Jabalia di Gaza utara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *