Sejumlah lembaga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan mengecam keras insiden penembakan aktivis HAM Papua dan mendesak penyelidikan tuntas.
JAKARTA |DN – Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Yan Christina Warinussy ditembak orang tak dikenal saat keluar dari sebuah bank di Manokwari Barat, Papua, pada Rabu (17/7) sekitar pukul 16.00 WIT. Sejumlah lembaga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan, yang memprotes insiden penembakan itu, menilai kejadian tersebut sebagai serangan serius terhadap para pembela HAM, terutama yang berada di daerah-daerah sangat terpencil,
“Ini yang menjadi pertanyaan. Pertama profil Yan itu bukan orang yang biasa. Selain berangkat sebagai orang asli Papua, Yan juga adalah seorang pembela hak asasi manusia berprofesi advokat yang artinya mendampingi ratusan korban pelanggaran hak asasi manusia di Papua selama puluhan tahun,” papar Ketua Pusat Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Julius Ibrani, yang merupakan bagian dari koalisi itu.
“Profil itu tidak dipisahkan dari situasi pelanggaran HAM di Papua secara terstruktur dan sistematis oleh aparat TNI dan Polri. Oleh karenanya tidak bisa pula dilepaskan dari kasus-kasus yang sedang ditangani oleh Yan,” imbuhnya.








