NEW YORK | DN – Seorang pejabat senior kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (7/6), menyatakan keprihatinannya tentang meningkatnya jumlah korban jiwa di Ukraina, dengan mengatakan jumlah korban pada Mei adalah yang tertinggi dalam hampir satu tahun. Ditambahkannya, bahwa lebih dari separuh korban tersebut terkait dengan serangan Rusia baru-baru ini di wilayah Kharkiv.
“Pusat perbelanjaan, rumah, lembaga pendidikan, toko, gedung perkantoran, taman, dan transportasi umum semuanya telah diserang dalam beberapa minggu terakhir,” kata Joyce Msuya, asisten sekretaris jenderal untuk urusan kemanusiaan, dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi kemanusiaan di Ukraina.
Kantor hak asasi manusia PBB, yang memverifikasi jumlah korban, mengatakan sedikitnya 174 warga sipil tewas dan 690 lainnya cedera pada Mei dengan lebih dari separuhnya disebabkan oleh pertempuran di Kharkiv.
“Sedikitnya 18.100 orang di wilayah Kharkiv telah mengungsi, menurut perkiraan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM),” kata Msuya.
Msuya mengatakan PBB dan mitra kemanusiaannya telah memberikan bantuan, termasuk makanan, pakaian, dan uang tunai, kepada lebih dari 12.000 orang di sebuah pusat transit di kota Kharkiv. Ia mengatakan warga sipil yang tetap berada di daerah garis depan menghadapi “kondisi yang mengerikan.”
“Banyak yang terputus dari akses ke makanan, perawatan medis, listrik, dan gas,” kata Msuya.
“Pada Mei, pasukan Rusia melakukan 76 serangan udara terhadap Kharkiv, tiga kali lebih banyak daripada pada April,” kata Duta Besar Ukraina Sergiy Kyslytsya kepada Dewan Keamanan PBB.
“Peringatan serangan udara di kota tersebut pada Mei berlangsung selama 474 jam dan 55 menit. Itu berarti 15 jam per hari. Bayangkan saja — 15 jam dari 24 jam. Setiap hari dan setiap malam. Itulah yang dilakukan Rusia terhadap Kharkiv,” tambahnya.
Konferensi perdamaian







