Wacana penggunaan dana bantuan operasional satuan pendidikan atau BOSP untuk merealisasikan program makan siang gratis gagasan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dikecam keras oleh Federasi Serikat Guru Indonesia dan pemerhati pendidikan.
JAKARTA (MDN) – Wacana penggunaan dana BOSP untuk membiayai program makan siang gratis pertama kali dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Airlangga Hartarto, saat simulasi program makan siang gratis di SMP Negeri 2, Curug-Tangerang, Banten beberapa hari lalu.
Pemerintah saat ini juga sudah membahas program ini meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum resmi mengumumkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan rencana penggunaan skema dana BOSP untuk pembiayaan program makan siang gratis adalah wujud ketidakberpihakan pada layanan pendidikan yang adil dan berkualitas. Pernyataan Airlangga itu juga menunjukan kegagalan memahami tujuan kebijakan dana BOSP.
Pemerintah saat ini juga sudah membahas program ini meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum resmi mengumumkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan rencana penggunaan skema dana BOSP untuk pembiayaan program makan siang gratis adalah wujud ketidakberpihakan pada layanan pendidikan yang adil dan berkualitas. Pernyataan Airlangga itu juga menunjukan kegagalan memahami tujuan kebijakan dana BOSP.
Dana BOS adalah program pemerintah Indonesia yang memberikan bantuan keuangan kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta. Dana BOS selama bertahun-tahun digunakan untuk biaya operasional seperti gaji guru dan karyawan, kebutuhan belajar mengajar seperti buku, kertas, alat tulis kantor dan keperluan lain seperti biaya listrik, air dan perawatan gedung sekolah.
FSGI: Lebih Baik Bangun Sekolah Bagus dan Tambah Guru Dibanding Beri Makan Siang Gratis
Total dana BOS yang digelontorkan pemerintah ke sekolah-sekolah saat ini adalah Rp59,09 trilliun/tahun. Sementara anggaran makan siang gratis mencapai Rp450 T/tahun. Retno menilai tidak mungkin dana BOS yang sekarang ini digunakan untuk membiayai makan siang gratis karena itu berarti menghentikan layanan pendidikan.







