Salah satu faktor utama yang membuat banjir sulit surut adalah Pintu Air Kuro. Debit air Bengawan Solo yang lebih tinggi dibandingkan Kali Blawi menyebabkan pintu air tidak bisa dibuka maksimal. “Kalau dipaksa, air justru balik masuk. Jadi kami seperti hidup di kolam raksasa,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Meski pemerintah menyalurkan bantuan sembako, warga menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara. “Kami tidak butuh mi instan terus. Yang kami butuhkan air ini hilang. Tambak rusak, anak-anak sekolah naik perahu setiap hari. Sudah tiga bulan kami hidup di atas air,” keluh warga Kalitengah.








