LAMONGAN | DN – Memasuki Maret 2026, ribuan warga di kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, masih harus bertahan hidup di tengah genangan banjir yang tak kunjung surut. Selama lebih dari 90 hari, air merendam pemukiman, lahan pertanian, hingga tambak, membuat aktivitas ekonomi lumpuh dan akses pendidikan serta kesehatan terganggu.
Lima kecamatan—Kalitengah, Karangbinangun, Turi, Glagah, dan Deket—menjadi wilayah terdampak paling parah. Kondisi ini memicu keresahan warga yang menilai pemerintah belum memberikan solusi permanen.








