Untuk menanggulangi dampak banjir itu, ia menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor yang melibatkan Pemkab Lamongan, BBWS, Dinas Kehutanan Provinsi, Perhutani, Pemerintah Desa serta masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan sistem pengelolaan air yang lebih efektif dan mencegah kerugian bagi warga, terutama para petani yang terdampak secara langsung.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Lamongan berkolaborasi dengan BBWS telah melakukan normalisasi kali dan drainase di wilayah Kecamatan Kedungpring secara berkala, dan bersama-sama Pemdes Mojodadi melalukan perbaikan tanggul yang rusak pada musim penghujan. Lebih dari itu, diperlukan inisiasi strategi jangka panjang yang mencakup perbaikan drainase, peningkatan infrastruktur irigasi, serta program penghijauan di kawasan hulu. “Kami berharap dengan sinergi dan kolaborasi ini, wilayah pertanian Kecamatan Kedungpring, khususnya Dusun Tlebung, bisa menjadi lebih tertata dan minim risiko banjir, sehingga para petani dapat menanam padi dan tembakau untuk penghidupannya, sesuai dengan slogan ‘Kedungpring Adem Ayem’ yang diharapkan oleh warga,” pungkasnya.
![]() |
![]() |
Dengan adanya langkah-langkah konkret dan sinergi bersama, diharapkan tata kelola pengairan di Kedungpring dapat semakin baik dan memberikan manfaat bagi seluruh warga, terutama dalam mengurangi dampak banjir musiman yang melanda lahan pertanian di wilayahnya. [J2]










