Setelah aliran listrik dipastikan aman, warga bersama petugas dari BPBD Tarakan, Kantor SAR Tarakan, dan stakeholder lainnya bahu-membahu melakukan pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di ruang tamu sekitar pukul 06.30 WITA. “Kami memulai evakuasi jenazah setelah pihak PLN memastikan keamanan listrik. Setelah itu, baru kami bisa mengevakuasi jenazah,” tutur Muhammad Azis Al Fatah. Korban langsung dibawa ke RSUD dr. H. Jusuf SK untuk divisum dan kemudian disemayamkan serta dimakamkan di rumah keluarganya di RT 27.
Longsor juga terjadi di RT 70 Kelurahan Karang Anyar, yang mengakibatkan satu warga tertimbun material longsor dan meninggal dunia. Ketua RT 70, H. Sugiono, menjelaskan bahwa korban tertimbun longsor susulan saat berupaya membersihkan material longsor yang pertama. “Korban sedang menggali dan membuang material longsor pertama, namun longsor susulan tiba-tiba terjadi dan menimbunnya. Proses evakuasi sempat terkendala karena kondisi tanah yang tidak stabil,” jelas H. Sugiono. Korban ditemukan dan kemudian dibawa ke RSUD dr. H. Jusuf SK untuk divisum, sebelum disemayamkan dan dimakamkan di rumah keluarganya.








