Dua Paslon Cabup dan Cawabup Kediri Gencar Lakukan Kampanye

  • Whatsapp

“Kita siapkan bantuan modal dan alat. Itu yang menjadi fokus utama kita karena hari ini (jumlah) UMKM yang dulu hanya sekitar 8.400, sekarang sudah 25.000 produk UMKM,” tegas Dhito, di hadapan Paguyuban UMKM se-Kabupaten Kediri, di Cafe Bercakap Kopi, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kediri, Sabtu (2/11/2024).

Dilanjutkan Dhito, masyarakat yang telah menerima bantuan pelatihan dan modal juga akan dibina untuk memastikan usaha yang berjalan terus tumbuh dan tidak berhenti di tengah jalan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Pelatihan, pemberian bantuan modal, dan monitoring. Karena jika tidak dimonitoring, seringkali kadang-kadang di bulan ketiga, bulan keenam, ini modalnya habis, alatnya dijual. Ini yang harus kita awasi sampai dengan satu tahun,” imbuhnya.

Dhito menuturkan, untuk para pelaku usaha yang telah memiliki produk dan siap untuk tumbuh ke pasar yang lebih luas, dibina terkait sertifikasi dan izin terutama dari BPOM akan dilakukan. Sertifikasi dan izin menjadi hal penting, untuk meningkatkan daya saing produk UMKM Kabupaten Kediri di pasar yang lebih luas.

“Kita akan filter lagi mana-mana UMKM yang memang betul-betul siap untuk di skala nasional ataupun di skala Jawa Timur atau mungkin bahkan kita ekspor,” tuturnya.

Disisi lain, untuk pemasaran produk-produk UMKM Kabupaten Kediri, Dhito menekankan pentingnya pemasaran melalui e-commerce. Ke depan pihaknya siap berkolaborasi dengan e-commerce untuk mendorong pemasaran produk-produk UMKM Kabupaten Kediri. Kolaborasi itu nantinya akan didukung dengan command center satu data.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *