
Di sela-sela riuh dan ramainya sorak-sorai pendemo kepala Badan kesatuan bangsa dan politik kabupaten pemalang, Bagus Sutopo berusaha menenangkan masa agar bisa tertib dan mengungkapkan bahwa situasi kegaduhan ini ada oknum yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi
Tindakan ini tidak hanya merugikan proyek tersebut tetapi juga merugikan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat dari pembangunan TPA tersebut.
Secara terpisah tokoh Ulama Desa Purana Kyai Muhammad Nur Fuad memberi tanggapan kami akan tetap menolak pembangunan TPA tersebut. ” seharusnya Pemda bisa mengkaji ulang atau memindahkan TPA ini ke tempat yang lain jangan memaksakan kehendak bukannya tanah Perhutani luas dan bisa dipilih yang tidak mengganggu masyarakat, ” Jelas tokoh agama setempat. [SIS]








