Perselisihan yang memburuk ini merupakan salah satu tantangan keamanan yang paling menyorot perhatian di kawasan ini, yang menjadi besar selama pertemuan puncak tiga hari antara Australia dan 10 negara blok ASEAN.
“Kami menyadari manfaat menjadikan Laut China Selatan sebagai lautan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran,” tambah pernyataan itu.
“Saya sangat prihatin dan Australia prihatin atas perilaku tidak aman dan mengganggu stabilitas di Laut China Selatan,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela-sela KTT.
“Kita perlu memastikan bahwa aktivitas di Laut Cina Selatan dapat meredakan ketegangan dan tidak menambah ketegangan,” tambahnya.
Para pemimpin ASEAN dan Australia juga mendukung upaya baru internasional untuk menjamin gencatan senjata di Gaza, sebuah isu pelik yang memecah belah pendapat secara tertutup.
“Kami mendesak dilakukannya gencatan senjata kemanusiaan segera dan jangka panjang,” kata para pemimpin 11 negara setelah berhari-hari perselisihan diplomatik mengenai perjanjian tersebut.








