• Whatsapp
Sebuah perahu karet meninggalkan kapal penjaga pantai China di dekat Scarborough Shoal yang dikuasai China di Laut China Selatan. (Foto: AFP)

Perselisihan yang memburuk ini merupakan salah satu tantangan keamanan yang paling menyorot perhatian di kawasan ini, yang menjadi besar selama pertemuan puncak tiga hari antara Australia dan 10 negara blok ASEAN.

“Kami mendorong semua negara untuk menghindari tindakan sepihak yang membahayakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan,” demikian bunyi deklarasi bersama yang disepakati antara anggota ASEAN dan Australia.

“Kami menyadari manfaat menjadikan Laut China Selatan sebagai lautan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran,” tambah pernyataan itu.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Saya sangat prihatin dan Australia prihatin atas perilaku tidak aman dan mengganggu stabilitas di Laut China Selatan,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di sela-sela KTT.

“Kita perlu memastikan bahwa aktivitas di Laut Cina Selatan dapat meredakan ketegangan dan tidak menambah ketegangan,” tambahnya.

Gencatan Senjata di Gaza

Para pemimpin ASEAN dan Australia juga mendukung upaya baru internasional untuk menjamin gencatan senjata di Gaza, sebuah isu pelik yang memecah belah pendapat secara tertutup.

“Kami mendesak dilakukannya gencatan senjata kemanusiaan segera dan jangka panjang,” kata para pemimpin 11 negara setelah berhari-hari perselisihan diplomatik mengenai perjanjian tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *