Sebelum mengikuti wisuda, seluruh peserta telah menjalani ujian hafalan di sekolah masing-masing. Wakil Ketua LPTQ Kabupaten Lamongan, Munif Syarif, menjelaskan bahwa dari 7.810 anak yang mengikuti ujian, 3.591 di antaranya memperoleh predikat A dan berhak mengikuti wisuda, sementara sisanya mendapatkan predikat B, C, atau masih harus memenuhi persyaratan tambahan.
Sebanyak 385 lembaga pendidikan di Lamongan, yang terdiri dari SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, serta pondok pesantren, berpartisipasi dalam wisuda tahfidz kali ini. Para hafidz yang telah menyelesaikan ujian tahfidz juga akan mendapatkan sertifikat resmi dari LPTQ Lamongan, yang nantinya bisa menjadi nilai tambah saat mendaftar ke jenjang pendidikan berikutnya.
Dengan semakin banyaknya generasi muda yang hafal Al-Qur’an, program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai Islam di Kabupaten Lamongan. [J2]








