Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai agama sebagai investasi jangka panjang dalam membangun karakter dan moral generasi penerus. Sumber daya manusia yang berakhlak baik, menurutnya, adalah kekuatan utama dalam mengoptimalkan potensi daerah di masa depan.
Acara ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Biyanto, yang menyampaikan pentingnya keseimbangan antara akademik dan spiritual dalam pendidikan anak. Menurutnya, kombinasi ini akan membantu anak-anak menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Program Lamongan Menghafal ini sangat positif dan diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi generasi bangsa. Pengetahuan yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan akan menciptakan individu yang memiliki karakter dan moral yang kokoh,” jelas Biyanto.








