Sebagai bagian dari strategi percepatan, mantan Ketua MPR itu mengusulkan pemanfaatan infrastruktur desa yang tidak terpakai, seperti balai desa, sekolah terbengkalai, dan kantor kelurahan, sebagai gudang swadaya pangan. “Tidak perlu membangun gudang baru. Kita tinggal branding dan optimalkan fasilitas yang ada,” katanya.
Menurut Zulhas, saat ini kapasitas gudang yang tersedia telah penuh oleh pasokan beras, sehingga komoditas lain seperti jagung belum tertampung maksimal. Oleh sebab itu, ruang-ruang publik desa diharapkan bisa menjadi simpul distribusi pangan yang inklusif.








