“Tentu menjadi perhatian kita semua dan kita memberikan penekanan bahwa hal-hal semacam ini tidak boleh diterima,” ungkapnya.
Melalui haul ini, lanjut Yenni, menguatkan pesan bahwa masyarakat terutama mereka yang mempunyai privilige harus berada bersama masyarakat menemani mereka.
“Kita melihat ada kasus-kasus di mana justru aparat keamanan yang seharusnya memberikan rasa aman memberikan perlindungan kepada warga negara tetapi justru melakukan tindakan represif, intimidasi dan penganiayaan,” jelasnya.
Apalagi, kata Yenni, belakangan ini sebagian sudah ditindak dan menjalani proses hukum tetapi telah melalui disahkan dari masyarakat. Misalnya anak SMA yang dibunuh tanpa melalui proses peradilan oleh aparat kepolisia.
“Hal macam ini tidak boleh dibenarkan, kita menginginkan agar masyarakat bisa dilindungi terutama mereka yang lemah karena salah satu ciri dari kepemimpinan Gus Dur adalah selalu ada untuk mereka yang lemah atau dilemahkan,” jelasnya.
Yenny mengatakan sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir termasuk Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, dan Gus Azmi.








