Selain menyerahkan bantuan, Khairul mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Ia menekankan bahwa peringatan dari BMKG berlaku hingga Maret 2026, sehingga kesiapan cadangan pangan menjadi hal penting.
“Hampir seluruh wilayah Indonesia kini menghadapi bencana hidrometeorologi basah. Di Tarakan, hujan turun hampir setiap hari. Warga yang tinggal di lereng bukit harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi longsor lagi,” imbau Khairul.
Dengan penyaluran bantuan ini, Pemkot Tarakan berharap masyarakat terdampak dapat sedikit terbantu sekaligus semakin meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. [Thos]








