“Negara-negara di seluruh kawasan ini dan di seluruh dunia, dan juga organisasi internasional telah mendukung proposal ini. Israel telah menerimanya. Satu-satunya pengecualian, yang belum mendukung, adalah Hamas,” ujarnya.
“Apakah Hamas ingin mengakhiri konflik ini, mengakhiri perang ini? Kita akan mengetahuinya,” tambahnya.
Dewan Keamanan PBB pada Senin (10/6) sore mendukung proposal gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza yang dipaparkan Presiden Joe Biden. Sebelumnya dewan itu juga mendesak Hamas untuk menerima kesepakatan yang ditawarkan guna mengakhiri perang selama delapan bulan terakhir.
Hamas menyambut baik penerapan resolusi yang disusun oleh Amerika Serikat itu. Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan para mediator dalam menerapkan prinsip-prinsip rencana tersebut.
Rusia sendiri memilih abstain dalam pemungutan suara di DK PBB, sementara 14 anggota DK PBB lainnya mendukung resolusi rencana gencatan senjata tiga tahap yang diuraikan Biden pada 31 Mei lalu, yang disebutnya sebagai inisiatif Israel.
Tekanan untuk segera menyetujui gencatan senjata antara Israel-Hamas di Gaza semakin memuncak pascaoperasi pembebasan sandera Israel di Nuseirat hari Sabtu (7/6) lalu, yang menewaskan sedikitnya 274 warga Palestina.
Israel mengklaim operasi militer terbesar ke jantung Jalur Gaza sejak berkecamuknya perang pada 7 Oktober lalu, menelan begitu banyak korban jiwa karena pihaknya diserang terlebih dahulu dari kawasan pemukiman yang padat penduduk.








