Untuk itu pelayanan Polri yang diberikan harus didukung dengan kemampuan dan ketrampilan dalam penggunaan teknologi.
“Kita dituntut harus dapat beradaptasi dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
Menurut Wakapolda Jatim, Pendidikan dan pembentukan menjadi aset penting guna mewujudkan institusi Polri yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan presisi.
Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Wakapolda Jatim maka seluruh komponen pendidikan mulai dari siswa, tenaga pendidik, maupun komponen pendidikan lainnya, harus dapat bekerjasama dan membangun sinergitas.
“Harus kita lakukan secara menyeluruh serta berkesinambungan dalam rangkaian proses belajar mengajar, agar dapat berjalan efektif, efisien sesuai dengan harapan,” tandasnya.
Wakapolda Jatim juga menyebut Pendidikan bukanlah sekedar proses belajar mengajar, tetapi sebuah perjalanan yang akan membentuk karakter, sebagai seorang Polisi yang memiliki jiwa pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Proses pendidikan yang relatif singkat tegas Wakapolda Jatim harus dirancang secara baik dan benar, dengan prinsip mengutamakan kualitas dan memberikan porsi yang lebih besar kepada kegiatan praktek kerja lapangan.








