Ia menekankan bahwa pemerintah daerah akan merespons secara cepat, termasuk memberikan penanganan awal dan perbaikan darurat. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pelaporan dari warga dan pemerintah desa ketika muncul potensi bencana yang sering terjadi setiap tahun. Menurutnya, gotong royong dan komunikasi yang cepat dapat meminimalkan risiko kerusakan maupun korban.
“Musibah ini menjadi pengingat agar kita saling menjaga dan segera melapor misalnya jika ada rumah roboh terkena angin kencang atau pohon tumbang. Anggaran yang digunakan juga kembali kepada panjenengan semua demi kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Camat Prambon, Feri Prasetiya Budi, menyampaikan bahwa angin kencang disertai hujan deras yang terjadi sekitar pukul 14.00–14.30 WIB tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga beberapa bangunan sekolah di Desa Kedungsugo. Ia menyebut ada lima desa lain di Kecamatan Prambon yang turut mengalami dampak serupa. “Kami berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar warga dapat kembali merasa aman,” ujarnya.








