Melalui pemanfaatan lahan produktif, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus mendorong diversifikasi pangan lokal.
Uwi ungu dipilih karena memiliki nilai gizi yang tinggi serta potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain itu, tanaman ini juga relatif mudah dibudidayakan dan mampu tumbuh dengan baik di berbagai kondisi lahan.
Program budidaya tersebut tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya PCTA Indonesia, Pondok Jati Diri Bangsa, Pemerintah Kabupaten Kediri, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wates, serta kelompok tani setempat yang turut berperan aktif dalam proses penanaman dan perawatan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan membutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat.








