TAKALAR | DN – Perundungan di sekolah telah menjadi isu yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia belakangan ini. Aksi perundungan dapat mempengaruhi kesejahteraan fisik, mental, dan emosional anak-anak dan remaja, khususnya di dunia pendidikan. Sinergitas antara pendidik, orang tua, dan masyarakat dinilai dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekolah Menengah Atas (SMA) 8 Kabupaten Takalar, Irwan, S.Pd., M.M., mengungkapkan beberapa upaya serius yang dilakukan untuk meminimalisasi perundungan di sekolah. “Untuk mengantisipasi kasus perundungan di sekolah, sinergitas pendidik, orang tua, dan masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal,” ujar Irwan.
1. Pendidikan dan Kesadaran
Irwan menilai masyarakat perlu mendapatkan pendidikan tentang pentingnya menghormati perbedaan dan menghindari perundungan. Kampanye kesadaran di sekolah dan masyarakat bisa membantu meningkatkan pemahaman ini.








