“Ini bisa kita jadikan contoh untuk sekolah-sekolah yang lain dan selanjutnya kedepannya akan dibuatkan peraturan bupati ketika siswa TK, SD, SMP dan SMA/SMK tidak ada wisuda, tapi diubah dengan sebutan purnawiyata. Karena wisuda lebih cocok untuk kalangan mahasiswa,” ungkap Ony Anwar Harsono.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Sumarsono mengungkapkan penampilan pakaian karakter tokoh wayang dalam purnawiyata kelas IX SMP Negeri 6 Ngawi merupakan wujud pelestarian budaya Indonesia.
“Bentuk konsistensi dan komitmen lembaga pendidikan ingin melestarikan budaya lokal agar peserta didik menguri-nguri budaya yang sudah ada, sehingga tidak ada rasa kehilangan untuk terus melestarikan budaya bagi peserta didik,” ungkap Sumarsono.








