
Umat Hindu Bersiap Sambut Hari Raya Galungan

Rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan bagi Umat Hindu kali ini sangat berdekatan dengan Nyepi, yang sekaligus merupakan pergantian ke tahun caka baru 1946. Ogoh-ogoh untuk malam menjelang Nyepi juga tampak sudah dipersiapkan oleh masing-masing Banjar atau unit terkecil masyarakat Bali.
Mayoritas hotel dan jasa pariwisata lainnya di Bali, yang beroperasi di Kabupaten Badung, memiliki sekitar 3.500 usaha terkait akomodasi dan jasa pariwisata. Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan tidak banyak perbedaan persiapan yang dilakukan oleh pelaku pariwisata di Bali terkait dekatnya tiga hari raya terbesar umat Hindu – yaitu Galungan, Kuningan dan Nyepi.
“Memang tidak ada khusus tujuan wisatawan untuk Nyepi, karena Silent Day bagi mereka sangat asing ya, during Nyepi kebetulan mereka ada di Bali mereka malah “slip out” ke Labuan Bajo trus Gili Terawang, ke Yogya, dua hari biasanya, mereka justru menghindari Nyepi hanya sebagian kecil yang ingin tahu Nyepi, suasana Nyepi,” ungkap Rai.
Di Amerika Serikat, diaspora Hindu Indonesia tersebar di beberapa negara bagian, yang merayakan Galungan dengan cara yang beragam. Namun kelompok umat Hindu di California dan Washington DC menunda persembahyangan bersama umat pada akhir pekan ini untuk memberi waktu umat melakukan persembahyangan di masing-masing rumah tangga pada hari Galungan, mengingat hari Rabu umumnya bukan hari libur. [Red]#VOA







