Dalam kegiatan tersebut, titik ubinan ditentukan dengan ukuran standar 2,5 meter x 2,5 meter. Setelah dilakukan pemotongan dan penimbangan, varietas Inpari 32 menghasilkan 5,98 kilogram gabah kering panen, yang setara dengan estimasi produksi sebesar 9,5 ton per hektar.
Menurut PPL Kecamatan Tulangan, hasil ini menunjukkan potensi produksi yang cukup tinggi dan dapat menjadi acuan bagi petani dalam merencanakan strategi tanam dan pemasaran hasil panen.
“Ubinan bukan hanya soal angka, tapi juga soal edukasi. Petani diajak memahami bagaimana potensi lahan mereka bisa dihitung secara ilmiah, sehingga keputusan usaha tani menjadi lebih terukur,” ujar salah satu penyuluh pertanian.








