Tri, yang akrab disapa Gio, menjelaskan bahwa pemilihan tema “Sagari” bukan tanpa alasan. Menurutnya, tema tersebut merepresentasikan kekayaan laut Tuban yang berpadu dengan semangat masyarakatnya. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga eksistensi batik di tengah arus mode cepat.
“Batik bukan sekadar kain, tapi identitas. Mari kita kenakan batik dengan bangga, kapan pun dan di mana pun,” serunya.
Kepala Bidang Perindustrian Disnakerin Tuban, Eryan Dewi Fatmawati, turut hadir mendampingi kontingen. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim dan menyebut kemenangan ini sebagai bukti bahwa batik Tuban memiliki daya saing tinggi.








