Meskipun demikian terpilihnya JD Vance sebagai cawapres Trump pastinya akan memberi energi pada basis setia Trump.
Vance telah menjadi bagian dari media konservatif dan sering berdebat dengan para wartawan di Capitol Hill, yang membantu menjadikannya sebagai pemimpin yang dapat meneruskan kepemimpinan Trump di masa depan, dimulai dari pemilihan presiden berikutnya pada tahun 2028.
Namun saat Trump berusaha untuk membuat terobosan dengan para pemilih kulit hitam dan Latin, kehadiran Vance justru memperkuat asumsi bahwa kini ada dua orang kulit putih memimpin Partai Republik.
Dalam “Hillbilly Elegy,” Vance merinci kehidupan di komunitas-komunitas Appalachian yang menjauh dari Partai Demokrat, yang dianggap oleh banyak penduduknya terputus dari kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun buku ini menjadi buku terlaris, buku ini juga dikritik karena terkadang terlalu menyederhanakan kehidupan pedesaan dan mengabaikan peran rasisme dalam politik modern.
Ketenaran Vance tumbuh seiring dengan kebangkitan Trump yang tidak terduga dari seorang bintang reality show menjadi calon presiden dari Partai Republik, dan akhirnya menjadi presiden. Pada tahap awal karier politik Trump, Vance menyebutnya sebagai “penipu besar”, “bencana moral”, dan “Hitler-nya Amerika”.
Namun, seperti banyak anggota Partai Republik yang mencari relevansi di era Trump, Vance akhirnya mengubah sikapnya. Dia mengakui bahwa dia terbukti salah kira dengan kinerja Trump. Vance kemudian berevolusi menjadi salah satu pembela Trump yang paling gigih. “Saya tidak mengira dia akan menjadi presiden yang baik,” kata Vance baru-baru ini kepada Fox News Channel. “Dia adalah seorang presiden yang hebat. Dan itu adalah salah satu alasan mengapa saya bekerja sangat keras untuk memastikan dia memenangkan masa jabatan kedua.”
Vance mendapat penghargaan atas perubahan haluannya itu saat berupaya mendapatkan kursi Senat pada tahun 2022, di mana ia mendapatkan dukungan Trump yang didambakannya dan memuluskan jalan menuju kemenangan dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik. Vance juga dikenal dekat dengan putra Trump, Donald Jr.
Vance sekarang menjadi loyalis Trump yang telah menantang legitimasi penuntutan pidana dan putusan perdata terhadap Trump dan mempertanyakan hasil pemilu 2020.








