“TBC adalah penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Pengobatan yang tepat serta lingkungan yang sehat akan membantu menekan angka penyebarannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, TP PKK juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menanggulangi penyebaran TBC dan HIV/AIDS. Upaya ini sejalan dengan target nasional untuk menjadikan Sidoarjo bebas TBC pada tahun 2030.
Peran GERMAS dalam Pencegahan Penyakit
GERMAS dinilai sebagai salah satu langkah efektif dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan mencegah penyakit menular. TP PKK Kabupaten Sidoarjo mendorong sejumlah aksi nyata yang harus dijalankan oleh kader PKK dalam mendukung gerakan ini, seperti:
- Menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan rutin menjemur bantal, kasur, dan guling (Petal Sorleng) setiap minggu guna mengurangi penyebaran bakteri penyebab TBC.
- Meningkatkan edukasi tentang bahaya TBC khususnya dalam situasi di mana batuk terjadi di tempat tertutup seperti lift atau ruang publik.
- Membiasakan cuci tangan dengan sabun sebagai bagian dari budaya hidup bersih, yang semakin relevan pasca-pandemi COVID-19.
- Menganjurkan masyarakat untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala TBC.
Selain itu, dalam workshop tersebut juga disampaikan bahwa tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS), dengan tema global tahun 2025 “Ya! Kita Bisa Mengakhiri TB: Berkomitmen, Berinvestasi, dan Berhasil”.
Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua setelah India. Oleh karena itu, TP PKK terus berupaya mengajak masyarakat untuk aktif dalam gerakan hidup sehat guna mengurangi risiko penyakit ini.








