Selain itu, pengawasan kualitas air selama proses pemijahan hingga perawatan larva harus dilakukan secara konsisten.
“Proses pembenihan ini membutuhkan ketelitian, terutama dalam menjaga kualitas air dan kesehatan larva. Karena itu, kami juga memberikan praktik langsung, termasuk vaksinasi untuk mencegah bakteri aeromonas,” ujar Andik.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perikanan juga menyalurkan bantuan berupa pakan induk dan obat-obatan untuk mendukung keberlanjutan usaha pembudidaya.
Menurut Andik, potensi produksi lele di Kabupaten Kediri cukup besar. Untuk sektor pembenihan, kapasitasnya mencapai miliaran ekor per tahun. Sementara produksi lele konsumsi berada di kisaran 16.000 ton per tahun.
Namun, masih terdapat tantangan seperti kualitas induk yang belum merata dan pencatatan budidaya yang belum optimal.








